Selasa, 16 Agustus 2016

catatan hati sang santri


Bismillahirrahmanirrahim

Hari ini begitu melelahkan seperti hari biasanya namanya juga santri pondokan yang setiap hari aktivitasnya kurang lebih sama dalam perputaran sehari semalam selama 24 jam.Aku merebahkan badanku di dikasur yang empuk  kalau bisa dibilang baru karena tadi barusan pindah asrama,begitu nyaman ditambah setelah beraktivitas yang melelahkan bertambahlah kenikmatan itu..
Aktivitas sehari hari anak pondokan yang paling utama adalah belajar adab dan menuntut ilmu,istirahat 4M + 1T (makan,minum,mandi,main,tidur).aktivitas itu selalu dikerjakan dalam sehari semalam.Dipondok juga selalu dididik untuk shalat selalu berjama’ah,belajar untuk antri,dan belajar untuk peduli dengan sesama (kebersamaan) .Banyak orang mengatakan bahwa anak pondok itu ketinggalan zaman,padahal bukan ketinggalan zaman akan tetapi orang yang mengatakan itu tidak tahu bahwasanya anak pondok selalu mengikuti perkembangan bahkan teknologi.
Anak pondok itu sudah dipersiapkan menjadi sesosok suri taudalan bagi masyarakat yang bisa mencerahkan permasalahan yang dialami nya.jadi dalam proses menuntut ilmu seharusnya sang santri serius dalam belajarnya sehingga hasilnya kelak akan memuaskan,hasil itu tidak dirasakan sekarang akan tetapi jika sudah terjun dimasyarakat hasil itu begitu dirasakan.

Aku terbangun dari lamunanku mungkin karena terlalu lelah tapi iniah resiko seorang penuntut ilmu,ia harus mengorbakan segala tenaga dan upaya untuk menguasai ilmu itu meski dalam hadits kira kira seperti ini’’ serius apapun kamu dalam menuntut ilmu,engkau tidak akan pernah dapat menguasainya secar menyeluruh)’’ nah apalagi mereka yang tidak serius dalam menuntut ilmu,mungkin hanya secuil ia dapat ataupun tidak ada sama sekali.
Dalam lamunanku’’begitu jauhnya diriku dari kampung halaman jika aku hanya bermain tanpa berbuat sesuatu,aku begitu rugi,aku akan begitu menyesal terlebih lagi suatu saat aku akan menangis mengingat pengorbanan kedua orang tuaku yang membiayai pendidikanku karena mereka ingin melihat kesuksesan ku’’
Aku pun terbangun dari lamunanku,aku pun berkata dalam hatiku’’aku berjanji aku akan serius dan berusaha dengan sekuat tenaga dalam memperoleh ilmu dari ustadz serta mengamalkannya demi mengharapkan ridho-Nya’’.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar