Rabu, 11 Januari 2017

Sahabatku Ardiman,semangatnya dalam menuntut Ilmu

Sahabatku Ardiman,semangatnya dalam menuntut Ilmu
Malam malam yang  dirindukan para jiwa jiwa yang haus akan kenikmatan yang dihidangkan Ilahi dan hanya orang yang terpilih yang dapat menyantapnya,sungguh kenikmatan yang luar biasa yang dapat menyatapnya terlebih pada sepertiga malam akan tetapi kebanyakan dari mereka memilih ranjang empuk bertemankan bantal guling yang aduhai yang telah dimodifikasi oleh syetan laknatullah membuat malam malam terasa nyaman dipembaringan,tapi bagi penuntut ilmu malam malam itu merupakan hidangan yang sangat lezat yang penuh gizi yang tak terelakkan begitu juga dengan diriku, saat itu aku terbangun dari tidurku  menunjukkan jam 3 shubuh meski dengan perasaan malas tapi ku kuatkan tekadku untuk bangun, lalu aku beranjak dari tempat tidurku pergi ke wc,saat itu aku melewati kamar 1 tanpa sengaja melihat temanku sedang shalat tahajjud dalam keadaan khusyuk penuh penghayatan sebut saja namanya Ardiman,setelah kembali dari wc aku kembali melewati kamarnya tanpa sengaja aku melihatnya makan,aku menegurnya”Diman makan apa ?ardiman’’lagi makan nasilah’’maksudku maklaan untuk apa?’’
’’puasa senin ustad’’katanya.
‘’Lanjutin mi ustad makannya’’kataku.
Aku kembali ke kamar menela’ah pelajaran atau meroja’ah hafalan yang sudah kuhafal sebelumnya,akan tetapi ingatanku kembali kepada sesosok sahabatku tadi.Dalam pandangan ku mengenainya sosok yang rajin dan pekerja keras ditambah dengan ke istiqomahannya dalam berpuasa sunnah Nabi dawud dan puasa sunnah lainnya meski ia alumni dari SMA swasta tapi patut di ancungi jempol,perjalanannya hingga bisa masuk ma’had ‘Aly merupakan suatu hidayah yang tak tertuga baginya padahal Ia bercita cita menjadi polisi tapi harapannya itu harus pupus karena test ujian begitu sulit hingga 3 x gagal..
Akhirnya ia memutuskan untuk lanjut ke STAI sengkang atas ajakan keluarganya yang lebih dahulu pernah kuliah disana.setahun kemudian dia memberanikan untuk  masuk ma’had Aly yang dikenal banyak melahirkan generasi ulama ulama masa depan.
……
Selama dima’had Aly persahabatan kami begitu erat, kami saling membantu dalam berbagai hal termasuk masalah perasaan biasa kalau pembahasannya perasaan pasti ujung ujungnya wanita juga hehehe,tapi kita juga sering membahas masalah agama terkait perbedaan dalam melakukan praktek ibadah contoh nya saja masalah shalat tentang qunutnya ada yang pakai ada juga yang tidak dan pada intinya kita tidak perlu mengurusi masalah perbedaan ini cukup kita menyakini salah satunya dan yang perlu kita ketahui jika kita mengikuti mazhab Imam Syafi’I harus memakai doa qunut jika lupa membacanya diharapkan untuk sujud sahwi,yang doa nya “Subhnalah Laa yanaamu wa Laa Yansaa artinya Maha Suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa.Setelah belajar dima’had waktuku banyak dihabiskan dimushalla untuk menghafal Al-Qur’an karena salah satu program ma’had adalah hafidzhul Qur’an yang setiap semesternya harus mencapai target 1 juz jadi ketika selesai di ma’had kami telah menghafal 8 juz al-Qur’an itu merupakan target yang telah ditetapkan dan diharapkan kepada kami dapat menyelesaikannya ketika selesai di ma’had.Jadi kegiatan kami di ma’had dipenuhi kegiatan yang padat bukan berarti tidak ada waktu istirahatnya.
Kami juga biasa bercerita sangat seru apalagi kalau membahas masa depan nanti kamu nikah sama siapa ya ris..?”tanyanya.
Belum tahu,focus belajar dulu,masalah nikah belakangan sukses dulu baru nikah man”jawabku.
Hehehe iya ris’’.
Perjalananku dari asrama  menuju masjid Raya sengkang cukup memeras keringat apalagi jalan yang menanjak lalu menurun terlebih kalau sudah siang hari ketika shalat zhuhur tiba panas mulai memuncak bagaikan air panas yang mulai mendidih didalam teko yang siap berbunyi tapi hari itu benar benar panas dari hari biasa nya aku berangkat menuju masjid untuk shalat zhuhur sekaligus tinggal untuk mengaji,sampai disana aku melihat ardiman sedang mengaji disudut mesjid dengan khusyuknya dan suara yang merdu pula menambahkan kemuliaan Al-Qur’an,ia sedang menghafal meski baru memulainya selama di ma’had tapi saat bersemangat dalam menggeluti bidang tahfidz,ia mempunyai cita-cita untuk mengkhatamkan al-Qur’an.
Subhanallah sungguh mulia cita-citanya,aku banyak belajar darinya akan kesungguhannya dalam menuntut ilmu.terkadang aku berpikir kapan aku bisa sepertinya.
Banyaknya godaan membuatku lalai dan malas dalam menuntut ilmu,godaan itu tak ayal dari syaithan dan sekutunya.mereka melancarkan jurus-jurus jitu dalam meruntuhkan mujahadahku dalam menuntut ilmu.
Salah satu cara meruntuhkan semangatku dengan cara mengajakku bermain game online COC (Clans Of Clans) yang sedang digandrungi anak muda sekarang sehingga aku jadi malas dalam belajar waktuku banyak terbuang sia sia olehnya.Dalam hatiku aku ingin meninggalkannya tapi disisi lain aku sangat susah untuk meninggalkannya.
Jika dibandingkan dengan ardiman,aku  tidak ada apa apanya.Orangnya begitu rajin dan ia juga tidak mudah terpengaruh oleh hal negative yang digandrungi anak zaman sekarang.
Subhanallah sangat luar biasa,aku iri terhadapnya dan aku juga bangga punya sahabat sepertinya.
….
Kami di ma’had mempunyai agenda khusus ba’da magrib dan ba’da shubuh yaitu khalaqah ilmu menurut orang bugis mengaji tudang namanya,dimana Ustad berada di depan para mahasantri yang membentuk setengah lingkaran.Ustad akan menerangkan sebuah kitab kuning karangan ulama masyhur seperti kitab Muhazzab,fathul mu’in,tanwirul qulub,shohih bukhori,tafsir jalalain,tafsir al-munir,mauizatul mu’minin, dan irsyadul ibad.
Gurutta  menerangkan dan para maha santri memperhatikan dengan seksama apa yang disampaikan oleh gurutta.Sebagian besar alumni mahasantri mengakui bahkan Gurutta sendiri mengatakan didalam mengaji tudang ini terdapat banyak barakka (berkah),apalagi jika mahasantri sedang bertugas selama bulan ramadhan penuh menjadi imam terawih atau muballig,barakka ini akan muncul apalagi terkhusus kepada muballig ketika berceramah seakan akan mulut mereka berbicara tanpa henti dalam menyiarkan agama karena penjelasan Gurutta selama khalaqah mereka ingat dengan jelas.subhanallah.yang pernah menjadi muballig pasti merasakan ini.
Ardiman adalah sosok yang rajin dan ulet dalam menuntut ilmu dan ia percaya akan barakka itu makanya ia selalu memperhatikan dengan seksama apa yang telah disampaikan ustad bahkan merekamnya lewat hp.
Sungguh ardiman sosok sahabat yang penuh dengan inspirasi.

Ardiman juga mempunyai sifat peduli kepada sesama apalagi jika ada teman yang membutuhkan pertolongannya pasti ia akan membantu sebisa karena menurutnya sifat peduli ini wajib ditumbuhkan dalam diri penuntut ilmu karena berkah itu tahu datangnya dari mana bisa saja dari apa yang kita lakukan.
Adapun sikap motivator dalam dirinya menyemangati teman teman yang membutuhkan pencerahan ia datang dengan seribu cita penyemangatnya,salah satu cerita nya yang begitu menginspirasi ku kisah sang penuntut ilmu belajar dari batu berlubang sehingga menjadi Ulama besar pada zamannya.Dalam menimba ilmu ia termasuk santri yang rajin akan tetapi ia selalu tertinggal dari teman-temannya akhirnya ia pasrah dan meminta pamit kepada gurunya untuk pulang,akan tetapi dalam perjalanan pulangnya hujan turun ia berlari dalam sebuah gua,dalam gua itu ia melihat batu yang berlubang dan mecari tahu apa yang menyebabkan batu itu berlubang akhirnya ia menemukan jawabannya ternyata air yang menetes sedikit demi sedikit dia atas batu itulah yang membuat batu berlubang seketika itu ia sadar dan pulang kembali ke tempat gurunya dan belajar sungguh-sungguh akhirnya ia merasakan dari kesungguhannya,dia adalah Ulama Besar Ibnu Hajar al-astqalani, jadi kesimpulannya dalam menuntut ilmu kita tidak boleh mudah menyerah karena pada dasarnya semua ada hasilnya dan berfaedah.
Luar biasa ceritanya seketika itu semangat baruku keluar dari tubuhku mengajakku untuk tidak menyerah dan pasrah begitu saja.
….
Hari Jum’at  hari merupakan hari libur bagi santri-santri As’adiyah setiap minggunya  berbeda dengan sekolah pada umumnya yang hari liburnya hari minggu pada setiap minggunya.Pagi itu aku dan ardiman memutuskan untuk jalan-jalan pagi di lapangan merdeka yang berada didepan masjid Raya Sengkang.Ketika keheningan dalam jalan jalan kami,akupun memutar otak mencari bahan obrolan yang asyik tiba-tiba ia bertanya lebih dahulu padaku.
Ris apa motivasi mu dalam belajar’’tanyanya
Aku ingin jadi orang pintar kalau jadi orang pintar kita akan disegani orang,beda dengan orang bodoh tidak ada orang yang segan padanya bahkan ia akan dipandang sebelah mata’’jawabku begtu padanya,aku bertanya balik
Apa motivasi mu dalam belajar ardiman,,
“orang tuaku”jawabku
Kenapa bisa’’bertanya kembali
Bagiku kedua orang tua adalah harta karun yang paling berharga didunia,mereka takkan tergantikan meski matahari dan bulan berada ditanganku.Kedua orang tuaku mengharapkanku menjadi orang yang bermanfaat dan mendapatkan kehidupan yang layak tidak seperti mereka maka tidak sepantasnya amanah yang telah diberikan kepadaku untuk menuntut ilmu di sengkang aku malah mengkhianati amanah itu,makanya aku selalu berusaha meski sedikit demi sedikit aku lalui dengan perjuangan keras terlebih aku dari sekolah umum,aku mengerti dan paham hasil yang kudapat tidak mungkin mengkhianati proses yang selama ini kujalani.
Ris yang perlu kita ketahui juga tidak ada orang yang sukses melalui perjalanan yang mudah pasti mereka telah melalui perjalanan yang panjang,jatuh bangun,penuh dengan lika liku kehidupan yang tak pernah kita ketahui dan sekarang kita memilih jalan yang sama menjadi orang sukses dunia dan akhirat pasti kita menemui jalan yang sama seperti pendahulu kita.
Contohnya saja Alm.AG.Abu Nawas Bintang sewaktu beliau menuntut ilmu,Beliau rela jalan kaki dari Cendrana Bone  demi mendapatkan seteguk ilmu dan barakka  di Sengkang padahal waktu itu jalanan masih hutan dan rumah penduduk masih sepi tapi beliau tetap memberanikan diri hasilnya dari perjuangan Beliau menjadi Ulama besar yang disegani  yang ilmunya sangat mumpuni segala bidang dari Tasawuf,fiqih,tafsir dan lain-lain diakui kawan dan lawan sampai beliau wafat banyak yang menangisi kepergiannya seolah olah mereka yang ditinggalkan termasuk diriku tak ingin ditinggalkan karena kepergian seorang Ulama adalah  suatu bencana bagi umat.
Itumi ris..
Wah luar biasa sekali motivasi pantas sangat semangat sekali ki dalam belajar tidak sebanding dengan diriku malas sekali
Ah bukan ji itu masalahnya ris selama masih mau berusaha kita pasti mendapatkan apa yang kita inginkan yang penting maksimalkan usaha untuk menggapai impian itu ji.
Iya sih ardiman tapi usahaku masih belum sebanding dengan dirimu
Ah sama saja Usaha orang kan berbeda beda dalam menjalaninya,yang penting sudah niat terus tinggal kitanya aja lagi mau dijalani gak niatnya.
Wah aku semakin terkagum kagum dengan pribadinya, benar benar membuatku menjadi haris yang lebih baru lagi setelah mendapatkan siraman qalbu yang luar biasa pada pagi ini tidak hanya fisik yang semakin sehat tapi rohaniku juga.
Sungguh beruntung punya sahabat sepertinya.
Aku dan ardiman kembali ke asrama setelah keliling lapangan diselingi cerita yang luar biasa ketika matahari melalui tinggi.Sungguh karuania-MU luar biasa menganugrahkan kepadaku seorang sahabat sepertinya.

Dalam hatiku aku berdoa semoga aku bisa sepertinya bisa memaksimalkan belajar ku lebih baik lagi sebelumnya sehingga aku pun tidak mencewakan kedua orang tuaku yang telah mempercayakan aku disengkang untuk menuntut ilmu,terima kasih ardiman telah merubah jalan pemikiranku untuk lebih baik lagi.
bisnisonlinetrusted.com - See more at: http://komisigratis.com/advertiser.php#sthash.hIBvu6BK.dpuf

Jumat, 25 November 2016

CINTAKU DI BUMI LONTARA

Selasa, 6 september 2016

My Dear
                Setiap langkah kakiku mencari kepingan – kepingan hati yang tercecer di sepanjang kisahku kali ini tepatnya di bumi lontara. Begitu sulit aku menemukan kepingan hatiku namun aku terus mencari dimanakah kamu wahai hati yang berserakan diantara hati yang lain pula.
                Namun suatu saat aku terdiam dan tak percaya hati yang selama ini kucari datang mendekat dan menghampiriku dan bertanya “Apa yang sedang kau lakukan wahai pemilik hati?” Aku menjawabnya dengan diam, karena aku takut dan malu mengakuinya bahwa dirimulah yang selama ini kucari.
                Mulai saat itu hariku berubah di Bumi Lontara ini karena hati yang kucari selalu menanyakan akan diriku, namun hati yang kucari tak kunjung peka akan keberadaanku didekatnya. Namun aku percaya dalam setiap nafasku, langkahku, terutama dalam setiap do’aku namamu tidak pernah terlewatkan. Aku harap harap cemas akan hati tersebut selalu membuatku gundah akan sikapnya yang acuh terhadap perasaanku ini tapi ku berharap suatu saat jika waktu itu tiba,hati yang kuharapkan datang kepadaku melambaikan tangannya kepadaku lalu menggenggam erat jemariku dan berjanji dengan janji suci yang dahulu pernah kuharapkan, dengan segala upaya yang telah ku usahakan demi hati yang selalu menghangatkan diri ini terlebih jika ia benar – benar jadi pemilik raga ini kuharap bukan sekedar menghangatkan dari luar tapi dari hati ke hati yang telah dipersatukan oleh ikatan ilahi yang telah disahkan oleh Ad – Dien (Agama).
#dikutip dari yang merindu.
Wahai sang pemilik hati
                Kini aku benar benar menemukannya,hati yang dahulunya tercecer kini telah menampakkan dirinya,hati yang selalu kurindukan benar benar menampakkan wujudnya,hati yang selalu bersembunyi kini telah menampakkan keberadaannya.
                Ia hadir menghiasi hari hariku dengan senyumannya,menjagaku dengan kepeduliannya,jika ku sakit ia selalu hadir ntuk  menjadi  dokter bagiku dan ia serba bisa demi keberadaanku.
                Saat ini dan seterusnya aku berharap amat untuk hari hariku seperti ini selamanya,meski aku belum memiliki seutuhnya tapi dalam setiap doa doaku selalu terselip namanya untuk menjadi bagian hidup ini.
                Semenjak keberadaanku telah di akuinya,aku merasa akulah orang yang paling bahagia didunia dan ini bagian terpentingnya  ia juga sangat bahagia akan pertemuan yang tak di duga duganya skenario Tuhan memang begitu indah untuk hamba-hambaNYa.
                Hatiku mengerti untuk terus menjaga batasan batasan syariat yang tak boleh dilanggar sebelum waktu itu tiba,selalu berharap waktu itu cepat berlalu dengan waktu yang dia sahkan oleh Ad-Dien.

                Aku percaya hari itu akan menjadi hari yang paling bersejarah dalam hidupku mencintai orang yang kucintai serta dicintai oleh hati yang kucintai setulus iman yang dianugrah ad-Dien.oleh sebab itu aku selalu memantaskan diri serta memperbaiki diri demi permaisyuriku kelak yang akan menjadi makmumku. Ia akan menjadi jodoh dunia akhiratku.aamiin.

Selasa, 16 Agustus 2016

catatan hati sang santri


Bismillahirrahmanirrahim

Hari ini begitu melelahkan seperti hari biasanya namanya juga santri pondokan yang setiap hari aktivitasnya kurang lebih sama dalam perputaran sehari semalam selama 24 jam.Aku merebahkan badanku di dikasur yang empuk  kalau bisa dibilang baru karena tadi barusan pindah asrama,begitu nyaman ditambah setelah beraktivitas yang melelahkan bertambahlah kenikmatan itu..
Aktivitas sehari hari anak pondokan yang paling utama adalah belajar adab dan menuntut ilmu,istirahat 4M + 1T (makan,minum,mandi,main,tidur).aktivitas itu selalu dikerjakan dalam sehari semalam.Dipondok juga selalu dididik untuk shalat selalu berjama’ah,belajar untuk antri,dan belajar untuk peduli dengan sesama (kebersamaan) .Banyak orang mengatakan bahwa anak pondok itu ketinggalan zaman,padahal bukan ketinggalan zaman akan tetapi orang yang mengatakan itu tidak tahu bahwasanya anak pondok selalu mengikuti perkembangan bahkan teknologi.
Anak pondok itu sudah dipersiapkan menjadi sesosok suri taudalan bagi masyarakat yang bisa mencerahkan permasalahan yang dialami nya.jadi dalam proses menuntut ilmu seharusnya sang santri serius dalam belajarnya sehingga hasilnya kelak akan memuaskan,hasil itu tidak dirasakan sekarang akan tetapi jika sudah terjun dimasyarakat hasil itu begitu dirasakan.

Aku terbangun dari lamunanku mungkin karena terlalu lelah tapi iniah resiko seorang penuntut ilmu,ia harus mengorbakan segala tenaga dan upaya untuk menguasai ilmu itu meski dalam hadits kira kira seperti ini’’ serius apapun kamu dalam menuntut ilmu,engkau tidak akan pernah dapat menguasainya secar menyeluruh)’’ nah apalagi mereka yang tidak serius dalam menuntut ilmu,mungkin hanya secuil ia dapat ataupun tidak ada sama sekali.
Dalam lamunanku’’begitu jauhnya diriku dari kampung halaman jika aku hanya bermain tanpa berbuat sesuatu,aku begitu rugi,aku akan begitu menyesal terlebih lagi suatu saat aku akan menangis mengingat pengorbanan kedua orang tuaku yang membiayai pendidikanku karena mereka ingin melihat kesuksesan ku’’
Aku pun terbangun dari lamunanku,aku pun berkata dalam hatiku’’aku berjanji aku akan serius dan berusaha dengan sekuat tenaga dalam memperoleh ilmu dari ustadz serta mengamalkannya demi mengharapkan ridho-Nya’’.


Jumat, 12 Agustus 2016

KISAH KALI INI,RIWAYATKU DAN RIWAYAT GURU BESAR KY. H. M. AS-AD OLEH H.HAMZAH MANGULUANG SENGKANG



ASSALAMU'ALAIKUM SAHABAT




AG.KH.M.AS'AD

Kisah kali ini,saya ingin berbagi kisah atau lebih tepatnya menulis ulang buku ''RIWAYATKU DAN RIWAYAT GURU BESAR KY.H.M.AS-AD'' yang ditulis langsung oleh AG.KH.HAMZAH MANGULUANG,Tujuan dari penulisan ulang ini adalah ingin memperkenalkan secara luas tentang pendiri As'adiyah yaitu al-alimu al-alama KH.M.AS'AD. dan adapun buku ini juga semakin langka,saya ingin melestarikannya agar tetap terjaga disanubari kita terutama yang menuntut ilmu dipondok As'adiyah untuk lebih mengenal pendirinya.
insya Allah BERKAH

selamat membaca sahabat...






AG.K.H.HAMZAH MANGULUANG


RIWAYATKU

DAN

 RIWAYAT GURU BESAR KH. M. AS-AD

OLEH

H.HAMZAH MANGULUANG

SENGKANG







HALAMAN 1






















RIWAYAT HIDUP SINGKAT GURU BESAR KITA

 AL-MARHUM KIYAI HAJI

MUHAMMAD AS-AD



Nama                          :HAJI MUHAMMAD AS’AD BIN HAJI ABD.RASYID

Tempat dan                :MAKKATUL MUKARRAHMAH PADA TAHUN 1326H./1907 M

Tgl. Lahir



PENDIDIKAN

Beliau mula mula memasuki pendidikan sesudah menghafal al Qur’an 30 Juz pada usia 14 tahun ( 1340/1921 M ) DI MADRASATUL FALAH Mekah,Beliau ditunjuk  sebagai Iman Tarwih di Mesjidil Haram selama 3 tahun. Tahun 1341 H./ 1922 M. Beliau belajar pada orang tuanya KIYAI HAJI ABD RASYID dengan menghafal beberapa kitab antara lain:

·         SAFINATUNNAJAH

·         ZABDATUL ‘AQAID

·         JURUMIYAH

·         ILMU SYARAF

·         SYAHRU DAHLAN

Tahun 1341/ 1922 – 1342 / 1923 beliau menghafal ALFIAH ( 1000 bait) nahwu/sharaf dan beliau juga selalu menghadiri pesantren ayahnya untuk umum dan pesantren lain. Diantara kitab yang dipelajari antara lain. :

·          SYAHRUL AZHARIYYAH

·         SYAHRUL IBNU ‘AQIL

·         JALALAINI

Tahun 1343 / 1924 beliau menghafal beberapa matan kitab diantaranya :

SULLAMUL MANTIQ, MANDZHUMATUL ASBNUSYSYUHHNIAH, ANNUHBATUL ASHARIYAH dari KIYAI HAJI AMBO WELLANG ( ULAMA BUGIS )  pada tahun itu juga diantar oleh ayahnya untuk belajar kepada dua ulama besar yaitu :

1.      SYEH ABBAS

2.      ASYSYEH ABDUL JABBAR, untuk mempelajari TAFSIR JALALAINI dan SYARHI IBNU ‘AQIL

Selain menghadiri pengajian di Masjid juga dirumah gurunya dan mempelajari SYARHUL FAWAKIHAH DAN SYARHUL BAIQUNY dalam ilmu hadits dan kitab MALLAWI ( ILMU MANTIQ).



PERISTIWA GEMBIRA DAN DUKA OLEH BELIAU



            Tahun 1343 H/1924 M. beliau memasuki kehidupan baru,kawin dengan seorang perempuan bernama St. Hawa binti  H .Dg. Mattejo dalam usia 17 tahun. Bulan Sya’ban  tahun 1343 H / 1924 M. ibu beliau berpulang kerahmatullah, bulan itu juga wafat ayahnya, INNA LILLAHI WAINNA ILAIHI RAJIUN. Dan pada tahun itu juga kebetulan wahabi memasuki Mekkah. Dan pada tahun itu juga tiba di Mekka Maha Gurunya Assayyid Ahmad Assyrif Assunusiy.

            Dalam usia 18 tahun 1344 H/ 1925 M. Beliau melanjutkan pelajarannya kepada KIYAI HAJI MALLAWA ( seorang ulama bugis ) dengan mempelajari kitab :

·         AL FAWAKIHAH

·         SYAHRUL MUTAMMIMAH

·         FATHUL MU’IN

·         SYARHUL HIKAM

·         TANWIRUL QULUB

Tahun itu juga beliau mulai belajar pada ASYSYEKH UMAR HAMDANI seorang Ulama Hadits, dengan mempelajari KITAB SUBULUS SALAM dan SYARHUN NUKHBAH, ditambah dengan kitab yang lain. Pada tahun itu juga beliau mempelajari Kitab AL MAHALLI dari seorang ulama Arab yang bernama ASYSYEKH AHMAD NADZIRIN, pada tahun yang sama beliau mempelajari kitab MUTAMMIMAH, MUKHTASARULMA’ANI JAMALUL MAKKI,akan tetapi beliau belum merasa cukup terhadap ilmu-ilmu yang dimilikinya maka beliau memohon pengajian khusus kepada Asysyekh Abrar untuk belajar Ilmu Mantiq dengan kitab ISAGUJI dan QALA-AQULU,HIDAYATUNNAHWI,SYARHUDAMHURIY dan JAUHARUL MANKUNI.

Tahun 1346 H/ 1927 M. berpulang kerahmatullah istrinya yang sangat dicintainya St. Hawa dan 2 orang anaknya.

PERLAWATAN BELIAU KEMADINAH

      Untuk mrnghilangkan rasa duka,beliau mengadakan ke Madinatul Munawwarah pada tahun 1347 H/1928 M dengan usia 21 tahub dan belajar USHULUL HADITS kepada ASSAYID AHMAD ASYSYARIF,salah seorang ulama Ahlul Hadits dan beliau dijadikan juru tulis.



IKHTISAR PENDIDIKAN

      Beliau berkecimpun didalam pendidikan lebih kurang 7 tahun,beliau bertekun menuntut ilmu,sehingga beliau dapat diakui adalah seorang ulama dari guru yang mengajarnya dan beliau diakui oleh semua gurunya adalah seorang murid yang paling cerdas, pandai dan tekun.



KEMBALI KE NEGERI ASALNYA (TANAH BUGIS)

A.     Sebelum ke Negeri asalnya 80 buah kitab nahwu yang disedekahkan kepada jama’ah Haji.

B.     Akhir tahun 1347 H/1928 M. beliau menuju tanah air Indonesia (Bugis) beliau singgahdi johor kurang lebih 2 bulan selanjutnya kepontianak selama kurang lebih 1 bulan,selanjutnya  kenegeri asalnya Sengkang wajo (Bulan Rajab) dan beliau sempat mengawini seorang wanita ( Syahri Banong).

Tahun 1348 H/1929 M.mengadakan perjalanan ke Borneo (Kalimantan) untuk bertemu familinya disamarinda Balikpapan/kota Baru,pagatan kemudian kePasir Samarinda ,tiba tiba mendapat telegram tentang kelahiran putra beliau (H.Yahya As’ad) maka beliau segera kembali keSengkang.

Setelah beliau berada di Sengkang dengan waktu yang tidak lama tahun 1348 H/1929 M.sekitar bulsn zulhijjah,beliau ke Majene untuk berobat kurang lebih 1 bulan beliau telah sembuh,kemudian kembalike Sengkang.



USAHA USAHA



      Pada akhir 1348 H/ 1929 M. beliau mencurahkan pemikirannya untuk menghilangkan kemungkaran-kemungkaran yang ada pada masyarakat islam, karena tidak adanya/jarangnya dakwah islamiyah, maka beliau membuka pengajian PONDOKAN dirumah wakaf,dihadiri oleh beberapa oeang yang punya ilmu pengetahuan disekitar kota sengkang. Pengajian beliau berjalan dengan baik, sehingga makin hari makin bertambah maju, yang akhirnya dikunjungi dari berbagai daerah bahkan dari pulai lain.

            Berusaha pula untuk perbaikan ummat islam pada umumnya, maka beliau mengirim risalah kepada semua ulama-ulama yang ada di Sulawesi untuk memberi tahu keadaan umat islam Bar-Bar atas perbuatan Bangsa Perancis, agar dapat mengirim bantuan kepada umat islam yang dianiaya itu.

            Begitu pula beliau beusaha peningkatan peribadatan,peningkatan ilmu Agama dan mendirikan Madrasah.

            Tahun 1348 H/1929 M. Arung MATOA ANDI ODDANG mengajukan kepada beliau agar masjid yang ada ditengah-tengah kota Sengkang yang sudah tia supaya diganti dengan bangunan  Masjid yang baru,maka  mufakatlah 4 tokoh masyarakat Islam untuk membaangun Masjid ialah :

1.      GURU besar kita KIYAI HAJI MUHAMMAD AS’AD

2.      HAJI Donggala (almarhum)

3.      Labaderu (almarhum)

4.      La Tajang (almarhum), menyusul 2 orang yaitu :

a.Asten pension (almarhum)

b.Guru Maudu (almarhum)

            Mulai pembangungan masjid Jami’ Sengkang dimual bulan Rabiul Awal 1348 H/1929 M. selesai pada bulan Rabiul Awa 1349 H/1930 M (kurang lebih 1 tahun).

            Bulan Jumadil Ula 1349 H/1930 M Andi Banong (isteri beliau) meninggalkan rumah kerumah orang tuanya dan hal ini beliau hadapi dengan sabar dan tawakkal selama kurang lebih 1 bulan beliau kepancana Tananete kabupaten Barru, dan beliau ditakdirkan mengawiniseorang perempuan bernama St.Saleha Daeng Haya. Putri  La Bone Andi Pipa seorang bangsawan di daerah itu, pada akhir bulan Jumadil akhir tahun tersebut diatas.

            Pada pertengahan bulan Ramadhan tahun tersebut dating beberapa orang sengkang menjemput beliau,maka beliau bersama isterinya ke sengkang langsung kerumah saudaranya (H. Sitti) sebelah selatan masjid Jami’ sengkang.

            Tahun 1350 H/1931 M. beliau menyewa rumah 3 bulan,kemudian Petta Arung Matoae Andi Oddang membangun sebuah rumah untuk beliau dekat masjid Jami’ sengkang.

            Dan distulah beliau membuka madrasah. Setelah madrasah berjalan beberapabulan dan maju. Maka bermufakatlah PETTA ENNENGNGE untuk membangun gedung madrasah disamping masjid Jami’ jadi semua bangunan di sebelah atas,adalah gedung MA dan As’adiyah,kecuali sebelah selatan ,menurut orang orangyang mengaku dirinya adalah panitia masjid Jami membangun gedung tersebuat dengan mempergunakan jutaan dari sumbangan masjid. Maka bangungan yang ada disebelah selatan adalah bangunan masjid Jami’ (milik masyarakat) sesudah dirusakkan bangunan gedung As’adiyah.

            Pada tahun 1350 H/1931 M. Madrasah yang dibuka itu dengan nama MADRASAH ARABIYATUL ISLAMIAH (MAI) sudah mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Wajo,Soppeng,Bone dan lain lain,beliau sudah mendapat dukungan dan partisipasi yang baik, dan berkembang khususnya disulawesi Selatan,Sulawesi Utara, Kalimantan dan sebagainya.

            Sebagai Madrasah tersebut berjalan sekitar 4 tahun, beliau membagi menjadi4 tingkatan,terdiri dari:

1.      TAHDIRIYAH 3 tahun

2.      IBTIDAIYAH 4 tahun

3.      TSANAWIYAH 3 tahun IEDADIYAH 1 tahun

4.      ALIYAH 3 TAHUN

Pimpinan Madrasah dipegang langsung oleh beliau disamping memberikan pengajaran dan pengajian pondok pesantren,yang ditempatkan di madrasah. Setelah pengajian pesantren makin hari makin maju maka dipindahkan ke mesjid Jami’ dan diatur waktunya sebagai berikut :

v  Sesudah shalat shubuh

v  Sesudah shalat ashar

v  Sesudah shalat magrib

Yang di ikuti semua santri/murid/siswa dari 4 tingkatan tadi, serta masyarakat di sekitar masjid Jami’ bagi ada orang dating dari jauh dan makin hari ramai dikunjungi oleh umat islam.

            Dengan jiwa besar yang tiada ternyata oleh guru besar kita masih membentuk suatu obyek pendidikan yakni HAFALAN AL-QUR’AN yang dipimpin langsung oleh belia bersama pembantu-pembantunya.Oleh nya itu tidak mengherankan MAI dan MA menghasilkan banyak penghafal Qur’an sampai sekarang.

            Tahun 1361 H/1942 M. Pemerintah jepang memerintahkan bahwa semua sekolah swasta ditutup , makawaktu itu murid-murid dan guru kembali ke kampong halamannya kecuali sedikit yang tinggal dan inilah yang belajar secara sembunyi dimesjid Jami’ dan demikianlah selama pemerintah jepang dan berakhir pada tahun 1346 H/ 1945 M.

            Tahun 1364  H/1945 M. Madrasah Arabiyah Islamiyah dibuka kembali dan tetap dibawah binaan Guru besar kita Kiyai Haji Muhammad As’ad dan dibantu oelh pelajar-pelajar yang tidak kembali ke kampungnya, di antaranya:

1)      K.H. HAMZAH MANGULUANG

2)      K.H. ABBAS (AL marhum)

3)      K.H.M. SAID TUJU

4)      K.H. ABDUH RAHMAN

5)      K.H.M.YUNUS TANCUNG

6)      K,H,ABD,WAHAB TUJU

7)      K,H. ISMAIL GANRA

8)      H.MUHAMMAD BENNUT

9)      H.ABD. MAJID BENNUT

10)  Dan lain lain

Undangan/kunjungan beliau yang kita ketahui dalah pada tahun 1350 H/1930 M/ Guru besar kita KIYAI HAJI MUHAMMAD AS’AD menghadiri konperensi Ulam se Sulawesi Selatan di Bone yang dihadiri sekitar 24 Ulama yang ketika itu beliau sebagai tangan kanan Syech Dahlan.Maka dalam Konperensi Ulama se Sulawesi Selatan tersebut masing masing golongan mempertahankan IETIQADNYA atau mempertahankan keyakinan agamanya.



PESAN-PESAN BELIAUMENJELANG WAFAT



1.      Penghafal Al-Qur’an,mementingkan tadarus Al-Qur’an,dan pelajar hendaklah mementingkan Muthala’ah.

2.      Jangan kakimu melewatkan tikarmu (jangan berlebihan-lebihan dalam segal hal)

3.      Kalau engkau mengejarkan sesuatu pekerjaan dengan mendapatkan gaji,janganlah karena gak=ji itu engkau mengerjakan  pekerjaan, akan tetapi pekerjaan itu adalah tugas langsung dari Allah SWT.

4.      Jangan lah kitab dijadikan sebagai guru,harus belajar dengan melalui perantaraan guru (talagqin).



PESAN-PESAN KHUSUS UNTUK PESANTREN DAN MADRASAH YANG DIBANGUN OLEH GURU BESAR KITA KIYAI HAJI MUHAMMAD AS’AD (MADRASATUL ARABIYATUL ISLAMIYAH).

1.      Madrasah ini adalah milik Allah SWT. Saya hanya seorang pegawai-Nya meka maksudnya ilah siapa-siapa saja diberi taufiq untuk belajar itulah yang saya ajar.Dengan kemajuan diredhahi Allah SWT.

2.      Pesantren /Madrasahini diwasiatkan pimpinannya kepada muridnya/dipercayakan kepada KIYAI HAJI DAUD ISMAIL Soppeng,pesan terakhir ketika beliau akan menemui khaliqnya.

3.      Pesantren/Madrasah ini sekali-kali tidak boleh diserahkan kepada siapapun baik kepada organisasi lebih-lebih kepada perorangan,karena M.A.I. ini adalah milik Allah SWT. Bukan milik K.H. HAJI MUHAMMAD AS’AD.

Inilah pesan-pesan Al Marhum yang semua pelanjut harus melaksanakn,utamanya KEIKHLASAN.



IDENTITAS GURU BESAR KITA HAJI MUHAMMD AS’AD



Nama              : KIYAI HAJI MUHAMMAD AS’AD BINHAJI ABDRASYID

Tempat lahir   : Makkatul Mukarramah

Tgl.lahir          : Tahun 1326 H. atau 1907 M.

Tinggi badan  : ± 1,46 M.

Berat badan    : + 45 kg

Warna kulit    : Hitam manis

Bentuk  muka : Bulat

Ciri khas         : Bekas luka dahi kanan

Hobby            ;Membaca kitab gundul, mengajar segala ilmu Agama, Hafal  Al-Qur’an dan

                          Mengarang

Sikap             :Peramah, sabar, penyantun, pemurah, berani dalam mempertahankan   kebenaran menjaga harga diri ( maraja annini ) Sukamemberikan petnjuk orang lain dan mendidik.

               Demikianlah riwayat hidup singkat Guru besar kita KIYAI HAJI MUHAMMAD AS’AD yang ditulis langsung dari sebahagian besar kata-kata beliau oleh muridnya HAJI HAMZAH MANGULUANG TO SENGKANGE.







RIWAYAT HIDUP SINGKANG KIYAI HAJI HAMZAH MANGULUANG

Nama                         : HAJI HAMZAH MANGULUANG

Tempat/Tgl               : Callaccu Sengkang pada tahun 1925.

Kawin                        : 8-9-1948 di sengkang  dengan seorang perempuan ( SYAMSIAH AKIB )

Anak kandung          : 8 orang, lahir  1 tahun  1956, lahir terakhir  tahun 1973, di antaranya anak ke 6 dilahirkan di atas G. Jati ketika menunaikan ibadah Haji tahun 1968.

Pendidikan               :1. Cabang Al- Azhar, 1936

                                   2. VOLK School/LADEBAU School 1938

                                   3. MAI (ibtidaiyah) 1947

                                   4. MAI ( Tsanawiyah )

                                   5.MAI  (Aliyah ) 1952.



           Pada zaman penjajahan jepang MAI ditutup,tetapi mata pelajaran madrasah dipelajari dimesjid Jami’ Sengkang,tahun 1944 – 1945. Penduduk kota Sengkang menyingkir keluar kota,maka kami bersama Guru besar kita KIYAI HAJI MUHAMMAD AS’AD bersama keluarganya menyingkir ke kampong Baru Orai,tidak lama kemudian menyingkir ke Pallae, salah satu kampong di sebelah selatan daya kota sengkang, sekitar 2 km disitulah kami bersama-sama dengan murid-murid yang tidak kembali ke kampungnya belajar kepada Guru Besar kita dan menghafal ALFIAH ± 500 bait.

            Setelah Indonesia dinyatakan merdeka tahun 1945 MAI dibuka kembali, dan di lanjutkan Alfiah sampai akhirnya.Dan beliau ketika itu menunjuk saya untuk mengajar pada tingkat ibtidaiyah pada tahun 1946. Tetapi saya tetap mengikuti  Pondok Pesantren yang diajar langsung oleh Guru Besar Kiyai Hji Muhammad As’ad sampai wafatnya ( 29 Desember 1952).

            Adapun kitab-kitab yang pernah saya pelajari dari beliau,antara lain :

1.      Al-Fiyah Mulammimah

2.      Kaelahi

3.      Qawaidullughah Syarhu Al-Fiyah (Syarhubennu ‘Aqil) Bukhari

4.      Riyadhus Shalihin Qurtuby

5.      Bulughul Maram

6.      Al-Jalaalaini

7.      Al-Baedhawy

8.      Ash Shaawy

9.      Mughy

10.  Fathul Muin

11.  Tanwirul Qulub Muzhatul Nazhar

12.  Al-Baequniy

13.  Muhazzab

14.  Kaukabul Munir

15.  Tuhfatul Faqir

16.  Isagujiy

17.  Assuam

18.  Almallawiy

19.  Qawa’idul Arabiyah

20.  Syarhul Hikam

21.  Al-Husunal Hamidiyah

22.  Muhtarul Ahadits Miftahul Hitabah

23.  Arudiy dan lain lain



Riwayat pekerjaan :

1.      Guru MAI tahub 1946

2.      Penerangan Agama Polisi 1955

3.      Mengarang beberapa buku :

·         Cara-cara sembahyang

·         Doa penting

·         Wasiyah berharga

·         Terjemah Al-Qur’anul Karim dalam 1 tahun 2 bulan 2 hari

·         Sembahyang Jama’ah

·         Sejarah K.H.M As’ad

·         Waqaf

·         Wasiat

4.      Guru Agama Honorer di SD 1954/1959

5.      Wakil Ketua PA Sengkang 1960,1948

6.      Guru Pengajian/Pesantren :

·         Masjid Jami’ Sengkang ‘48

·         Masjid Raya Sengkang  ‘56

·         Masjid Lompo ‘60

·         Masjid Nurul As’adiyah Callaccu 1960 (’60)

Dan beberapa Masjid di ujung pandang pada tahun 1984/1987 antara lain :

a)      Nurul Aman

b)     Fatimah

c)      Ittuha Adul Jama’ah

d)     Ar Rahman

e)      Al Wahyu

f)       Nurul Mustaqiym

g)      Masjid Raya Ujungpandang

h)     Masjid Attaqwa

7.      Guru Agama Negeri Depag Kabupaten Wajo 1959/1985

Tahun 1963 mengikuti seminar pembangunan di Sungguminasa,saat itu juga ikut seminar Pondok Pesantren se Indonesia di Yokyakarta DEPAG RI.

Tahun 1985 ikut seminar benda-benda sejarah ciri agama dan seminar terjemahan Al-Qur’an dalam bahasa Bugis di Ujungpandang (Makassar) diselenggarakan oleh Badan Penelitian Laktur Keagamaan Ujung Pandang.

Demikian riwayat hidup dan pengalaman singkat yang saya dapat uraikan.



Sengkang, 20 December ‘88

Penulis

KIYAI HAJI HAMZAH MANGULUANG

(TOSENGKANGE)







saya memohon maaf,jika ada kesalahan dalam penulisan.

kritik dan saran baik sangat dibutuhkan penulis.



semoga bermanfaat
insya Allah berkah

wabilahit taufiq was sa'adah 

wassalamu'alaikum wr. wb.