Rabu, 11 Januari 2017

Sahabatku Ardiman,semangatnya dalam menuntut Ilmu

Sahabatku Ardiman,semangatnya dalam menuntut Ilmu
Malam malam yang  dirindukan para jiwa jiwa yang haus akan kenikmatan yang dihidangkan Ilahi dan hanya orang yang terpilih yang dapat menyantapnya,sungguh kenikmatan yang luar biasa yang dapat menyatapnya terlebih pada sepertiga malam akan tetapi kebanyakan dari mereka memilih ranjang empuk bertemankan bantal guling yang aduhai yang telah dimodifikasi oleh syetan laknatullah membuat malam malam terasa nyaman dipembaringan,tapi bagi penuntut ilmu malam malam itu merupakan hidangan yang sangat lezat yang penuh gizi yang tak terelakkan begitu juga dengan diriku, saat itu aku terbangun dari tidurku  menunjukkan jam 3 shubuh meski dengan perasaan malas tapi ku kuatkan tekadku untuk bangun, lalu aku beranjak dari tempat tidurku pergi ke wc,saat itu aku melewati kamar 1 tanpa sengaja melihat temanku sedang shalat tahajjud dalam keadaan khusyuk penuh penghayatan sebut saja namanya Ardiman,setelah kembali dari wc aku kembali melewati kamarnya tanpa sengaja aku melihatnya makan,aku menegurnya”Diman makan apa ?ardiman’’lagi makan nasilah’’maksudku maklaan untuk apa?’’
’’puasa senin ustad’’katanya.
‘’Lanjutin mi ustad makannya’’kataku.
Aku kembali ke kamar menela’ah pelajaran atau meroja’ah hafalan yang sudah kuhafal sebelumnya,akan tetapi ingatanku kembali kepada sesosok sahabatku tadi.Dalam pandangan ku mengenainya sosok yang rajin dan pekerja keras ditambah dengan ke istiqomahannya dalam berpuasa sunnah Nabi dawud dan puasa sunnah lainnya meski ia alumni dari SMA swasta tapi patut di ancungi jempol,perjalanannya hingga bisa masuk ma’had ‘Aly merupakan suatu hidayah yang tak tertuga baginya padahal Ia bercita cita menjadi polisi tapi harapannya itu harus pupus karena test ujian begitu sulit hingga 3 x gagal..
Akhirnya ia memutuskan untuk lanjut ke STAI sengkang atas ajakan keluarganya yang lebih dahulu pernah kuliah disana.setahun kemudian dia memberanikan untuk  masuk ma’had Aly yang dikenal banyak melahirkan generasi ulama ulama masa depan.
……
Selama dima’had Aly persahabatan kami begitu erat, kami saling membantu dalam berbagai hal termasuk masalah perasaan biasa kalau pembahasannya perasaan pasti ujung ujungnya wanita juga hehehe,tapi kita juga sering membahas masalah agama terkait perbedaan dalam melakukan praktek ibadah contoh nya saja masalah shalat tentang qunutnya ada yang pakai ada juga yang tidak dan pada intinya kita tidak perlu mengurusi masalah perbedaan ini cukup kita menyakini salah satunya dan yang perlu kita ketahui jika kita mengikuti mazhab Imam Syafi’I harus memakai doa qunut jika lupa membacanya diharapkan untuk sujud sahwi,yang doa nya “Subhnalah Laa yanaamu wa Laa Yansaa artinya Maha Suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa.Setelah belajar dima’had waktuku banyak dihabiskan dimushalla untuk menghafal Al-Qur’an karena salah satu program ma’had adalah hafidzhul Qur’an yang setiap semesternya harus mencapai target 1 juz jadi ketika selesai di ma’had kami telah menghafal 8 juz al-Qur’an itu merupakan target yang telah ditetapkan dan diharapkan kepada kami dapat menyelesaikannya ketika selesai di ma’had.Jadi kegiatan kami di ma’had dipenuhi kegiatan yang padat bukan berarti tidak ada waktu istirahatnya.
Kami juga biasa bercerita sangat seru apalagi kalau membahas masa depan nanti kamu nikah sama siapa ya ris..?”tanyanya.
Belum tahu,focus belajar dulu,masalah nikah belakangan sukses dulu baru nikah man”jawabku.
Hehehe iya ris’’.
Perjalananku dari asrama  menuju masjid Raya sengkang cukup memeras keringat apalagi jalan yang menanjak lalu menurun terlebih kalau sudah siang hari ketika shalat zhuhur tiba panas mulai memuncak bagaikan air panas yang mulai mendidih didalam teko yang siap berbunyi tapi hari itu benar benar panas dari hari biasa nya aku berangkat menuju masjid untuk shalat zhuhur sekaligus tinggal untuk mengaji,sampai disana aku melihat ardiman sedang mengaji disudut mesjid dengan khusyuknya dan suara yang merdu pula menambahkan kemuliaan Al-Qur’an,ia sedang menghafal meski baru memulainya selama di ma’had tapi saat bersemangat dalam menggeluti bidang tahfidz,ia mempunyai cita-cita untuk mengkhatamkan al-Qur’an.
Subhanallah sungguh mulia cita-citanya,aku banyak belajar darinya akan kesungguhannya dalam menuntut ilmu.terkadang aku berpikir kapan aku bisa sepertinya.
Banyaknya godaan membuatku lalai dan malas dalam menuntut ilmu,godaan itu tak ayal dari syaithan dan sekutunya.mereka melancarkan jurus-jurus jitu dalam meruntuhkan mujahadahku dalam menuntut ilmu.
Salah satu cara meruntuhkan semangatku dengan cara mengajakku bermain game online COC (Clans Of Clans) yang sedang digandrungi anak muda sekarang sehingga aku jadi malas dalam belajar waktuku banyak terbuang sia sia olehnya.Dalam hatiku aku ingin meninggalkannya tapi disisi lain aku sangat susah untuk meninggalkannya.
Jika dibandingkan dengan ardiman,aku  tidak ada apa apanya.Orangnya begitu rajin dan ia juga tidak mudah terpengaruh oleh hal negative yang digandrungi anak zaman sekarang.
Subhanallah sangat luar biasa,aku iri terhadapnya dan aku juga bangga punya sahabat sepertinya.
….
Kami di ma’had mempunyai agenda khusus ba’da magrib dan ba’da shubuh yaitu khalaqah ilmu menurut orang bugis mengaji tudang namanya,dimana Ustad berada di depan para mahasantri yang membentuk setengah lingkaran.Ustad akan menerangkan sebuah kitab kuning karangan ulama masyhur seperti kitab Muhazzab,fathul mu’in,tanwirul qulub,shohih bukhori,tafsir jalalain,tafsir al-munir,mauizatul mu’minin, dan irsyadul ibad.
Gurutta  menerangkan dan para maha santri memperhatikan dengan seksama apa yang disampaikan oleh gurutta.Sebagian besar alumni mahasantri mengakui bahkan Gurutta sendiri mengatakan didalam mengaji tudang ini terdapat banyak barakka (berkah),apalagi jika mahasantri sedang bertugas selama bulan ramadhan penuh menjadi imam terawih atau muballig,barakka ini akan muncul apalagi terkhusus kepada muballig ketika berceramah seakan akan mulut mereka berbicara tanpa henti dalam menyiarkan agama karena penjelasan Gurutta selama khalaqah mereka ingat dengan jelas.subhanallah.yang pernah menjadi muballig pasti merasakan ini.
Ardiman adalah sosok yang rajin dan ulet dalam menuntut ilmu dan ia percaya akan barakka itu makanya ia selalu memperhatikan dengan seksama apa yang telah disampaikan ustad bahkan merekamnya lewat hp.
Sungguh ardiman sosok sahabat yang penuh dengan inspirasi.

Ardiman juga mempunyai sifat peduli kepada sesama apalagi jika ada teman yang membutuhkan pertolongannya pasti ia akan membantu sebisa karena menurutnya sifat peduli ini wajib ditumbuhkan dalam diri penuntut ilmu karena berkah itu tahu datangnya dari mana bisa saja dari apa yang kita lakukan.
Adapun sikap motivator dalam dirinya menyemangati teman teman yang membutuhkan pencerahan ia datang dengan seribu cita penyemangatnya,salah satu cerita nya yang begitu menginspirasi ku kisah sang penuntut ilmu belajar dari batu berlubang sehingga menjadi Ulama besar pada zamannya.Dalam menimba ilmu ia termasuk santri yang rajin akan tetapi ia selalu tertinggal dari teman-temannya akhirnya ia pasrah dan meminta pamit kepada gurunya untuk pulang,akan tetapi dalam perjalanan pulangnya hujan turun ia berlari dalam sebuah gua,dalam gua itu ia melihat batu yang berlubang dan mecari tahu apa yang menyebabkan batu itu berlubang akhirnya ia menemukan jawabannya ternyata air yang menetes sedikit demi sedikit dia atas batu itulah yang membuat batu berlubang seketika itu ia sadar dan pulang kembali ke tempat gurunya dan belajar sungguh-sungguh akhirnya ia merasakan dari kesungguhannya,dia adalah Ulama Besar Ibnu Hajar al-astqalani, jadi kesimpulannya dalam menuntut ilmu kita tidak boleh mudah menyerah karena pada dasarnya semua ada hasilnya dan berfaedah.
Luar biasa ceritanya seketika itu semangat baruku keluar dari tubuhku mengajakku untuk tidak menyerah dan pasrah begitu saja.
….
Hari Jum’at  hari merupakan hari libur bagi santri-santri As’adiyah setiap minggunya  berbeda dengan sekolah pada umumnya yang hari liburnya hari minggu pada setiap minggunya.Pagi itu aku dan ardiman memutuskan untuk jalan-jalan pagi di lapangan merdeka yang berada didepan masjid Raya Sengkang.Ketika keheningan dalam jalan jalan kami,akupun memutar otak mencari bahan obrolan yang asyik tiba-tiba ia bertanya lebih dahulu padaku.
Ris apa motivasi mu dalam belajar’’tanyanya
Aku ingin jadi orang pintar kalau jadi orang pintar kita akan disegani orang,beda dengan orang bodoh tidak ada orang yang segan padanya bahkan ia akan dipandang sebelah mata’’jawabku begtu padanya,aku bertanya balik
Apa motivasi mu dalam belajar ardiman,,
“orang tuaku”jawabku
Kenapa bisa’’bertanya kembali
Bagiku kedua orang tua adalah harta karun yang paling berharga didunia,mereka takkan tergantikan meski matahari dan bulan berada ditanganku.Kedua orang tuaku mengharapkanku menjadi orang yang bermanfaat dan mendapatkan kehidupan yang layak tidak seperti mereka maka tidak sepantasnya amanah yang telah diberikan kepadaku untuk menuntut ilmu di sengkang aku malah mengkhianati amanah itu,makanya aku selalu berusaha meski sedikit demi sedikit aku lalui dengan perjuangan keras terlebih aku dari sekolah umum,aku mengerti dan paham hasil yang kudapat tidak mungkin mengkhianati proses yang selama ini kujalani.
Ris yang perlu kita ketahui juga tidak ada orang yang sukses melalui perjalanan yang mudah pasti mereka telah melalui perjalanan yang panjang,jatuh bangun,penuh dengan lika liku kehidupan yang tak pernah kita ketahui dan sekarang kita memilih jalan yang sama menjadi orang sukses dunia dan akhirat pasti kita menemui jalan yang sama seperti pendahulu kita.
Contohnya saja Alm.AG.Abu Nawas Bintang sewaktu beliau menuntut ilmu,Beliau rela jalan kaki dari Cendrana Bone  demi mendapatkan seteguk ilmu dan barakka  di Sengkang padahal waktu itu jalanan masih hutan dan rumah penduduk masih sepi tapi beliau tetap memberanikan diri hasilnya dari perjuangan Beliau menjadi Ulama besar yang disegani  yang ilmunya sangat mumpuni segala bidang dari Tasawuf,fiqih,tafsir dan lain-lain diakui kawan dan lawan sampai beliau wafat banyak yang menangisi kepergiannya seolah olah mereka yang ditinggalkan termasuk diriku tak ingin ditinggalkan karena kepergian seorang Ulama adalah  suatu bencana bagi umat.
Itumi ris..
Wah luar biasa sekali motivasi pantas sangat semangat sekali ki dalam belajar tidak sebanding dengan diriku malas sekali
Ah bukan ji itu masalahnya ris selama masih mau berusaha kita pasti mendapatkan apa yang kita inginkan yang penting maksimalkan usaha untuk menggapai impian itu ji.
Iya sih ardiman tapi usahaku masih belum sebanding dengan dirimu
Ah sama saja Usaha orang kan berbeda beda dalam menjalaninya,yang penting sudah niat terus tinggal kitanya aja lagi mau dijalani gak niatnya.
Wah aku semakin terkagum kagum dengan pribadinya, benar benar membuatku menjadi haris yang lebih baru lagi setelah mendapatkan siraman qalbu yang luar biasa pada pagi ini tidak hanya fisik yang semakin sehat tapi rohaniku juga.
Sungguh beruntung punya sahabat sepertinya.
Aku dan ardiman kembali ke asrama setelah keliling lapangan diselingi cerita yang luar biasa ketika matahari melalui tinggi.Sungguh karuania-MU luar biasa menganugrahkan kepadaku seorang sahabat sepertinya.

Dalam hatiku aku berdoa semoga aku bisa sepertinya bisa memaksimalkan belajar ku lebih baik lagi sebelumnya sehingga aku pun tidak mencewakan kedua orang tuaku yang telah mempercayakan aku disengkang untuk menuntut ilmu,terima kasih ardiman telah merubah jalan pemikiranku untuk lebih baik lagi.
bisnisonlinetrusted.com - See more at: http://komisigratis.com/advertiser.php#sthash.hIBvu6BK.dpuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar