Rabu, 27 Juli 2016

Kisah kali ini,Ma'had 'Aly As'adiyah,Tempatnya Pengkaderan Ulama



Pada tahun ini ada yang sedikit berbeda dengan tahun sebelum sebelumnya di Ma'had 'Aly As'adiyah Sengkang Sulawesi Selatan hal itu disebabkan telah terakreditasi Ma'had 'Aly setara dengan perguruan tinggi lainnya.




Menurut Menag, Mahad Aly adalah perguruan tinggi keagamaan Islam yang menyelenggarakan pendidikan akademik dalam bidang penguasaan ilmu agama Islam (tafaqquh fiddin) berbasis kitab kuning yang diselenggarakan oleh pondok pesantren. Kitab kuning yang dimaksud adalah kitab keislaman berbahasa Arab yang menjadi rujukan tradisi keilmuan Islam di pesantren. Adapun tujuan Mahad Aly adalah menciptakan lulusan yang ahli dalam bidang ilmu agama Islam (mutafaqqih fiddin), dan mengembangkan ilmu agama Islam berbasis kitab kuning.

“Mahad Aly adalah wujud pelembagaan sistemik tradisi intelektual pesantren tingkat tinggi yang keberadaannya melekat pada pendidikan pesantren. Secara kelembagaan, posisi Mahad Aly adalah jenjang Pendidikan Tinggi Keagamaan pada jalur Pendidikan Diniyah Formal,” tegas Menag.
 Ma’had Aly As'adiyah, Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang (Sulsel), dengan program takhasus “Tafsir dan Ilmu Tafsir” (Tafsir wa Ulumuhu);

Sedikit mengenai ma'had 'Ali As'adiyah sengkang


halaqah ba'da magrib
Menurut Gurutta.Drs KH.Idman salewe M.TH.i"cikal bakal lahirnya ma'had 'Aly itu dari Hay-atul Takaful ,yang santrinya terkumpul dari 4 daerah sengkang,soppeng,bone dan pare pare serta tempatnya belajarnya di sengkang jika selesai dipindahkan ke soppeng. dan ini pada masa AG.Yunus Maratang.''ungkapnya disela sela mengajarnya di ma'had Aly sengkang.

Ma'had 'Aly ini adalah perguruan tinggi yang berbasis pondok pesantren dan satu satunya di Indonesia timur.

Ma'had 'Aly As'adiyah mempunyai ciri khas yang berbeda dengan ma'had 'Aly lainnya,yang membedakannya adalah setiap ba'da shubuh dan magrib di mesjid Raya sengkang adanya halaqah mengaji kitab atau yang lebih dikenal dikalangan orang bugis yaitu mengaji tudang(duduk) dengan menggunakan bahasa bugis,kitab yang biasa dipakai diantaranya adalah kitab tafsir jalalain,mauizhotul mukminin,riyadhus sholihin,syahrul hikam,fathul mu'in,shohih bukhori,sunan abi dawud,irsyadul ibad,dan muhazzab.
Mahasantri belajar selama 4 tahun dibagi dalam 8 semester jika setelah selesai diharuskan (wajib) untuk mengabdi selama 2 tahun ditempat yang telah ditentukan.
banyak permintaan dari berbagai daerah meminta mahasantri yang telah selesai untuk mengajar didaerahnya selama pengabdian,permintaan tersebut bahkan ada yang dari kalimantan timur,balikpapan dan kalimantan utara,sungai nyamuk atau yang lebih jauh lagi papua wow amazing subhannalah.
munurut Gurutta idman salah satu pengajar ma'had Aly''terkadang permintaan sangat banyak terkadang tidak dapat dipenuhi semua permintaan karena terbatasnya mahasantri''ungkapnya

Adapun tenaga pengajarnya diantaranya:
AG.Prof.DR.KH.MUH RAFI’I YUNUS MARTAN MA (Mudir Ma'had 'Aly)
AG.Drs.KH.MUH.SYUAEB NAWANG
G.KH.KM.MUHYIDDIN  THAHIR M.TH.i
G.Drs.KH.IDMAN SALEWE M.TH.i
G.KM.NURDIN MARATANG S.AG
G.KM.AHMAD AGUS S.PD.i
G.Drs.KM SUYUTHI GAFFAR M.PD.i
G.Drs.ANDI AEDAH LATHIF S.PD.i
G.Dr.MUHAMMAD ZUHRI ABU NAWAS BINTANG LC.
G.KM.ABD.WARIS S.HI M.Hi
G.KH.MUH.TASLIM LC.
G.AHMAD IMRAN SYUAEB S.PD.i M.PD.i
G.KM.KAMALUDDIN S.PD.i

kemungkinan akan bertambah tenaga pengajarnya setelah terakreditasinya ma'had.


 sekarang pula telah dibangun kampus 4 ma'had 'Aly sengkang,sekarang dalam proses pembangunan dan pada tahun ini juga akan digunakan dalam proses belajar mengajar pada bulan agustus 2016 ,insya Allah.Pada tahun ini penerimaan mahasantri ma'had 'aly sebanyak 50 orang yang lolos ujian tes dan taujihad akan dilaksanakan pada tanggal 1 agustus 2016,insya Allah.
Ma'had Aly As'adiyah Sengkang adalah tempatnya pengkaderan ulama karena sudah dari awal berdirinya As'diyah telah banyak melahirkan ulama ulama yang mumpuni dalam ilmunya dan dengan adanya ma'had ini diharapkan bisa melahirkan ulama ulama yang mencerahkan ummat bukan membingungkan apalagi menyesatkan.AAMIIN YA RABBAL 'ALAMIN





mesjid raya sengkang

Asrama Radar



Asrama NU
ruang belajar asrama Pasar Mini
ruang belajar asrama Radar
ruang belajar asrama NU
mengantar pulang alm.AG.GANI dari asrama Pasar Mini
alfatihah untuk Gurutta GANI

tes ujian masuk ma'had 2016,tes baca kitab Tanwirul Qulub

tes bahasa Arab 

tes membaca Al-Qur'an

tes wawancara

tes baca kitab Tafsir Maraghi

para peserta putra
peserta putri



kampus 4 dalam proses pembangunan

Asrama mahasantri
Asrama mahasantri
asrama mahasantri
asrama mahasantriwati sementara
Ruang belajar


Sehubungan  dengan pembangunan Kampus 4 Ma'had Aly untuk tahap pertama 2 unit Asrama mahasantri putra dan putri yang diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp. 500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah ), maka dimohon keikhlasan bapak/ ibu para dermawan untuk memberikan sumbangan demi pembangunan Asrama tersebut,baik secara langsung maupun melalui Rekening Bank. BRI atas nama: Ma'had Aly Sengkang No. Rek. 0195-01-001500-53-3.
Demikian permohonan kami,atas berkenannya kami ucapkan syukur alhamdulillah dan jazaakumullah khairan katsiran.insya Allah Berkah

sebuah kisah....

Ada sepasang suami istri yang alhamdulillah sangat kaya dan juga shaleh.
Mereka berulangkali berhaji. Setiap tahun juga mereka melakukan umrah. Berapa banyak harta yang mereka habiskan untuk Haji dan Umrah.
Seorang ulama berkata bahwa amal mereka itu bagus dan mendapat pahala. Hanya saja, jika mereka sudah meninggal, tentu mereka tak bisa melakukan Haji dan Umrah lagi. Pahalanya pun berhenti mengalir.
Nah, maukah saya beritahu amal-amal yang pahalanya akan terus mengalir meski bapak ibu sudah meninggal dunia? Ini dia:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)
Allah memberi ganjaran sekecil apa pun amal yang kita perbuat. Meski hanya sebesar dzarrah atau debu:
“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar” [An Nisaa’ 40]
Setiap kebaikan yang kita lakukan mulai dari kewajiban seperti sholat, puasa, zakat hingga amal yang sunnah insya Allah akan dibalas Allah pahala yang berlipat ganda.
Bahkan ada orang yang karena mampu setiap tahun pergi berhaji atau umrah dengan berharap mendapat pahala yang besar. Sesungguhnya itu baik. Namun sayangnya saat kita meninggal, kita tidak akan mendapat pahala itu lagi. Saat kita mati, terputus amal kita selain 3 amal yang di atas.
Oleh karena itu agar pahala kita terus mengalir meski kita telah tiada, hendaknya kita berusaha mengerjakan 3 amal yang di atas. Bagaimana pun kita tidak tahu berapa banyak dosa atau maksiyat yang telah kita perbuat. Berapa banyak orang yang kita sakiti. Jadi kalau pahalanya pas-pasan, bisa jadi akhirnya kita terjerembab ke neraka jahannam.

Menurut Imam as-Suyuti (911 H) ada 10 amal yang pahalanya terus menerus mengalir, yaitu: 1) ilmu yang bermanfaat, 2) doa anak sholeh, 3) sedekah jariyah (wakaf), 4) menanam pohon kurma atau pohon-pohon yang buahnya bisa dimanfaatkan, 5) mewakafkan buku, kitab atau Al Qur’an, 6) berjuang dan membela tanah air, 7) membuat sumur, 8) membuat irigasi, 9) membangun tempat penginapan bagi para musafir, 10) membangun tempat ibadah dan belajar (sekolah / pondok pesantren dll).
Itu hanya contoh kecil saja. Tentu saja sedekah jariyah tidak terbatas pada hal yang di atas. Segala hal yang bermanfaat yang bisa dinikmati masyarakat umum seperti membangun jalan, jembatan, website atau TV yang bermanfaat insya Allah pahalanya akan terus mengalir kepada kita selama yang kita bangun itu masih memberikan manfaat.
Menanam pohon mangga atau pohon kurma sehingga buahnya bisa dinikmati atau pun pohon yang rindang seperti pohon Beringin sehingga orang bisa berteduh pun bisa mendapatkan pahala.
Membangun masjid pun pahalanya amat besar dan tetap akan mengalir selama masih ada orang yang memakainya untuk beribadah:
Hadits riwayat Usman bin Affan ra: ”Barang siapa yang membangun sebuah masjid karena mengharapkan keridhaan Allah SWT, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga. (H.R Bukhari dan Muslim)


Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/01/25/3-amal-yang-pahalanya-tidak-terputus/



Siapa tahu dengan beramal Allah membuatkan kita jalan tol ke surga,jalan bebas hambatan
yuk sedekah,jangan takut miskin
orang berilmu pasti mengerti hal ini.
INNALLAHA MA'ANA 
(sesungguhnya Allah bersama kita)

terima kasih atas perhatiannya
jika ada kesalahan itu datang dari saya diharapkan untuk meluruskannya dan kebenaran hanya milik Allah SWT semata.
kritik dan saran yang baik saya tunggu

syukron katsiiran
wabillahit taufik wassa'adah
wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar