Senin, 11 Juli 2016

kisahku kali ini,Pendidikan Agama sejak dini.

assalamu'alaikum
aku ingin berbagi,karena aku percaya dengan berbagi kisah membuat kita hidup selamanya dan aku tahu berbagi kisah itu indah terlebih lagi membawa manfaat kepada sesama.
kisah kali ni terjadi pada bulan Ramadhan kemarin ya tahun ini tahun 2016,saat itu aku ditugaskan di desa purwokerto atau lebih dikenal spontan,luwu utara.Disana aku ditugaskan sebagai imam terawih dan itu juga aku baru pertamakali ditugaskan subhanallah pengalaman tak terlupakan sertan banyak hikmah kupetik didalam.
lanjut kisah...
saat itu aku mengadakan FESTIVAL ANAK SHOLEH  tanggal 29 juni 2016 dengan tema:melahirkan generasi anak sholeh sholehah yang berprestasi,salah satu event lombanya adalah AZAN.
saat itu salah satu peserta bernama eril ,ia duduk dikelas 6 dasar serta anak penjaga toko semacam mini market dipasar spontan.saat itu ia melantunkan azan dengan percaya dirinya dengan dihadiri oleh sang ibu yang mulai berkaca kaca melihat sang anak seolah tak percaya bahwa anak nya mampu mengumandangkan azan dengan baik tanpa kesalahan sedikit pun,karena ia tahu bahwa anaknya sehari hari hanya menjaga toko serta bermain dengan sebayanya.(kisah diatas saya dapat langsung dari sang ibu ketika saya datang berkunjung ketokonya,ia mengatakan terharu seolah tak percaya.)
(latihan adzan bersama eril) 1 hari sebelum lomba sang anak datang kerumah untuk latihan karena ku panggil meski aku sendiri tidak terlalu pandai dalam mencengkokkan atau membuat irama yang enak didengar karena suara dibilang ya begitulah sang pembaca pasti pahamlah,,,hehehehe .lanjut lagi ke kisah,memang sebelumnya ia tidak percaya diri karena ia belum hafal betul biasanya ia terbolak balik apalagi ketika pada lafadz hayya 'ala sholaa dan hayya 'alal falah akan tetapi saya terus memberikan dorongan dan motivasi dengan saya dahulu praktek adzan hingga selesai lalu setelah itu ia mulai mencoba hingga 2 kali.sebelum pulang aku coba meyakinkan kembali dengan mengatakan lomba yang kakak adakan tujuan bukan mencari juara akan tetapi yang penting kamu bisa azan pasti orang tuamu bangga melihatmu. 


(pas lagi adzan dengan percaya dirinya)
takbiran sekaligus pembagian hadiah ia mendapatkan harapan 1,akupun juga tak percaya ia mendapatkan juara terutama orang tua nya pastinya (perkiraanku sih begitu,dengan melihat anaknya ikut lomba sudah merupakan kebanggaan bagi orang tua apalagi mendapatkan juara),insya Allah ia akan menjadi salah satu penerus muadzin didesanya. Aamiin ya RAbba'alamin.

Itulah kisahku semoga bermanfaat adapun aku ingin mengatakan sesuatu kepada setiap orang  tua meski saya belum jadi,,tapi tak apalah tapi kan aku calon.hehe 
pasti setiap orang tua bangga melihat anak nya sukses dunia dan akhirat jadi alangkah baik nya jika dari sejak dini sang anak telah didik dengan pemahaman agama  serta adab yang baik sehingga setelah dewasa ia akan lebih mudah diarahkan dibandingkan mereka yang tak memiliki pemahaman agama yang baik pasti terasa berat dan susah dalam mengarahkannya.Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Ibn Jarier dan Ibnu Al-Mundzir dari hadits Ibnu Abbas RA bahwa beliau bersabda:

اعملوا بطاعة الله واتقوا معاصى الله ومروا اولادكم بامتثال الاوامر واجتناب النواهى فذالك وقاية لهم ولكم من النار

 “Ajarkanlah mereka untuk taat kepada Allah dan takut bermaksiat kepada-Nya, serta suruhlah anak-anakmu untuk menaati perintah-perintahnya dan menjauhi larangannya, karena hal itu akan memelihara mereka dan kamu dari api neraka”.

terima kasih atas perhatiannya mohon maaf jika ada yang kurang berkenan pada kisah diatas.
komentar dan saran yang baik saya tunggu lo..
wabillahit taufiq wassa'adah wassalamu'alaikum :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar